Puisi Akhir Tahun “Lembar Terakhir”

Dibaca 338 kali Reporter : Frans Tallan verified

Oleh : Efraim Faot

Satu tahun berlalu tinggalkan cerita
Satu daun gugur lagi
Tapi syukur ada pucuk lain
Satu lembar ditutup
Tapi syukur ada lembar baru

Kemarin kekelaman bertamu
Merenggut banyak jiwa
Tapi sudahlah syukuri saja
TUHAN Maha Adil

Tentu Ia akan menggantikan tujuh kali lipat
Bagi mereka yang kehilangan orang-orang terkasih

Kemarin semua kacau
Salah satu contohnya
Semua wajah dalam balutan kain
Sehingga aku menggoda seseorang
Ternyata anak pak pendeta tetangga dekat
Sial..

Tapi
Semoga cukup sudah berantakan ini
Semoga musim kembali cerah
Semoga jadi baik-baik saja semua
Semoga jangan ada kepompong perusak

Baca Juga :  Puisi Cinta "COBALAH"

Panjatkan saja doa-doa meski setengah rapuh
Patahkan hati semesta agar Ia mau menjawab
Jangan hanya mendengar
Tapi
Yakinlah semua pasti membaik setelah buruk
Pernah dengar kan pepatah tua
“Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian”
Itu janji alam
Bagaimana dengan janji TUHAN
Ia sayang umatNya
Tak usah bimbang musim pasti kembali cerah
Tawa akan terdengar luas bukan dalam bungkusan
Sapaan kepada sesama pasti terdengar jelas
Apalagi doa-doa, itu pasti

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment