FHN, SoE – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi persoalan stunting melalui berbagai intervensi lintas sektor. Salah satu langkah nyata dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten TTS dengan memberikan bantuan satu unit traktor empat roda kepada kelompok tani di Desa Persiapan Sais Ana, Kecamatan Noebeba. Bantuan ini diharapkan menjadi pengungkit penting dalam peningkatan produksi pangan lokal, yang kemudian berdampak langsung terhadap pemenuhan gizi masyarakat dan upaya menekan angka stunting di wilayah tersebut.
Penyediaan traktor empat roda tersebut, di area persawahan Desa Persiapan Sais Ana oleh Dinas Pertanian Kabupaten TTS untuk membantu masyarakat mempersiapkan lahannya dalam hal ini penggemburan lahan sebelum melakukan proses penyemaian benih jagung maupun padi. para petani penerima manfaat terlihat penuh antusias karena bantuan mekanisasi pertanian tersebut merupakan yang pertama diterima desa sejak wilayah tersebut ditetapkan sebagai desa persiapan.
Penyuluh pertanian lapangan (PPL) menjelaskan bahwa intervensi pertanian merupakan bagian strategis dari upaya penanganan stunting. Ia menegaskan bahwa persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi sangat erat kaitannya dengan ketahanan pangan, ketersediaan bahan pangan bergizi, dan pendapatan keluarga. “Ketika produksi pertanian meningkat, maka akses keluarga terhadap pangan bergizi juga menjadi lebih baik. Inilah yang kami dorong melalui mekanisasi, sehingga petani dapat mengolah lahan lebih cepat dan hasil produksinya meningkat,” ungkapnya.
Desa Persiapan Sais Ana diketahui termasuk dalam kategori wilayah rentan stunting karena sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani subsisten dengan keterbatasan sarana produksi. Kondisi geografis yang luas namun minim alat pengolahan lahan membuat proses bercocok tanam sering terlambat dari kalender tanam ideal. Hal ini memengaruhi produktivitas serta ketersediaan pangan rumah tangga, terutama sumber makanan pokok dan pangan bergizi seperti sayuran dan kacang-kacangan.Dengan hadirnya traktor empat roda, petani kini dapat mengolah lahan dalam waktu yang lebih singkat, dengan biaya operasional yang lebih hemat dibandingkan pengolahan secara manual. Kelompok tani Sais Ana juga telah mengikuti pelatihan pengoperasian alat tersebut sehingga mampu memanfaatkannya secara optimal. “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah. Selama ini kami bekerja dengan alat seadanya, bahkan banyak lahan yang terbengkalai karena kekurangan tenaga. Dengan adanya traktor ini, kami yakin hasil pertanian kami akan jauh lebih baik,” ujar Ketua Kelompok Tani setempat.
Selain penyediaan traktor, Dinas Pertanian juga memberikan pendampingan teknis berupa pelatihan budidaya tanaman pangan bergizi, penguatan kelompok tani, serta sosialisasi pentingnya konsumsi pangan lokal dalam mencegah stunting. Para penyuluh pertanian juga diminta untuk intens mengawal proses tanam hingga panen, agar penggunaan traktor benar-benar memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas.
Camat Noebeba dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pemerintah kecamatan akan mendukung penuh setiap program yang membawa manfaat bagi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan penanganan stunting. Menurutnya, pendekatan multisektor tidak bisa dihindari dalam menghadapi persoalan ini. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Dinas pertanian, pendidikan, perikanan, dan semua sektor harus bergerak bersama. Bantuan traktor ini merupakan contoh nyata bagaimana sektor pertanian turut mengambil bagian dalam menekan angka stunting,” jelasnya.
Masyarakat Desa Persiapan Sais Ana menyambut baik langkah pemerintah tersebut. Mereka berharap kehadiran traktor dapat menjadi awal dari perubahan besar dalam sistem pertanian desa, sehingga mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan menurunkan angka stunting secara bertahap. Terlebih lagi, musim tanam yang segera berlangsung memberikan momentum tepat bagi pemanfaatan alat tersebut secara maksimal.Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Persiapan Sais Ana mengajak seluruh petani untuk memanfaatkan traktor secara bersama-sama dan terjadwal, agar seluruh lahan pertanian dapat terakomodasi. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga dan merawat alat tersebut agar bisa digunakan dalam jangka panjang. “Ini bukan hanya alat milik kelompok, tetapi titipan untuk seluruh masyarakat desa. Kita harus menjaga dan memanfaatkannya sebaik mungkin,” katanya.
Melalui mekanisasi pertanian dan berbagai program pendampingan yang tengah dilakukan, pemerintah optimistis angka stunting di Desa Persiapan Sais Ana dapat ditekan secara signifikan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa peningkatan sektor pertanian dapat memberikan kontribusi besar terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak sebagai generasi penerus.
Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, Desa Persiapan Sais Ana diharapkan mampu menjadi contoh keberhasilan penanganan stunting berbasis penguatan sektor pertanian di Kabupaten TTS.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
