“Kami ingin membekali siswa dengan kemampuan riset dan menulis ilmiah, yang akan menjadi modal penting saat mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” ujarnya.
Proses ujian ini diawasi oleh tim penguji internal dan eksternal yang terdiri dari guru mata pelajaran dan dosen tamu dari beberapa perguruan tinggi terdekat. Penilaian mencakup aspek orisinalitas ide, ketepatan metodologi, analisis data, serta kemampuan siswa dalam mempresentasikan hasil karya mereka.
Salah satu peserta, Maria Dini Penuam mengungkapkan rasa bangganya dapat menyelesaikan karya tulis berjudul “Pengaruh Media Sosial terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah”.
“Awalnya sulit, tapi bimbingan dari guru-guru membuat saya lebih percaya diri. Ini pengalaman berharga yang tidak hanya untuk nilai ujian, tetapi juga untuk masa depan,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
