FHN, SoE — SMA Swasta Agape Nunusunu mengadakan Ujian Sekolah tahun ini dengan pendekatan inovatif berbasis portofolio karya tulis ilmiah.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak awal April ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mendorong budaya literasi, kreativitas, dan kemandirian akademik di kalangan siswa kelas XII.

Berbeda dengan ujian konvensional, seluruh peserta ujian diwajibkan menyusun karya tulis ilmiah sebagai bentuk penilaian akhir. Portofolio yang dikumpulkan berisi hasil penelitian, esai analitis, serta laporan proyek yang telah dikerjakan siswa sepanjang semester. Tema karya tulis mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial budaya, hingga isu lingkungan.

Kepala SMA Swasta Agape Nunusunu, Kain Tallan, S.Pd, menyatakan bahwa metode ini dipilih untuk menilai kemampuan berpikir kritis dan keterampilan akademik siswa secara lebih menyeluruh.

“Kami ingin membekali siswa dengan kemampuan riset dan menulis ilmiah, yang akan menjadi modal penting saat mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” ujarnya.

Proses ujian ini diawasi oleh tim penguji internal dan eksternal yang terdiri dari guru mata pelajaran dan dosen tamu dari beberapa perguruan tinggi terdekat. Penilaian mencakup aspek orisinalitas ide, ketepatan metodologi, analisis data, serta kemampuan siswa dalam mempresentasikan hasil karya mereka.

Salah satu peserta, Maria Dini Penuam mengungkapkan rasa bangganya dapat menyelesaikan karya tulis berjudul “Pengaruh Media Sosial terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah”.

“Awalnya sulit, tapi bimbingan dari guru-guru membuat saya lebih percaya diri. Ini pengalaman berharga yang tidak hanya untuk nilai ujian, tetapi juga untuk masa depan,” katanya.

Perwakilan Tim Penguji Benidiktus Boy Benu, S.H.,M.H mengatakan bahwa inovasi pendidikan yang dilakukan oleh civitas SMA Swasta Agape Nunusunu sangatlah baik untuk peningkatan kualitas lulusan.

“Ujian Portofolio yang dilakukan ini sangat bagus agar mengasah kemampuan berpikir siswa dari biasa menjadi luar biasa dan juga membekali siswa lulusan agar terbiasa saat melanjutkan pendidikannya ke jenjang universitas,” ungkapnya

Boy sapaan akrabnya mengatakan bahwa jenia ujian semacam ini harus tetap diberlakukan di setiap angkatan sehingga menunjukkan prestasi lulusan yang maksimal.

“Sebagai penguji kami berharap agar jenis ujian ini tetap dilakukan di setiap angkatan agar memberi warna yang berbeda dan berharap juga semua koreksi yang diberikan menjadi acuan untuk tahapan selanjutnya,” tambahnya

Dengan ujian berbasis portofolio ini, SMA Swasta Agape Nunusunu berharap dapat mencetak lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan dunia akademik maupun dunia kerja, sekaligus membangun tradisi akademik yang kuat di lingkungan sekolah.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.