FHN, SoE – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kembali membawa angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Pada tahun 2024, sebanyak 20 unit rumah BSPS yang berasal dari Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPR-RI Fraksi Partai NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat, resmi dialokasikan untuk warga Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat. Kabar ini disambut antusias masyarakat setempat yang selama ini berharap pada adanya program perumahan layak huni dari pemerintah.

BSPS merupakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang bertujuan meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) atau membangun rumah baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Bantuan bersifat stimulan, di mana penerima manfaat wajib berpartisipasi dalam pembangunan rumah mereka, baik melalui swadaya tenaga maupun tambahan dana jika diperlukan. Untuk tahun ini, Desa Tubuhue menjadi salah satu desa yang beruntung mendapatkan alokasi bantuan melalui aspirasi politik Viktor Bungtilu Laiskodat.

Tenaga Ahli Kabupaten, Benediktus Boy Benu, S.H.,M.H dalam keterangannya, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan oleh Viktor Laiskodat kepada masyarakat untuk tahap pertama hanya berjumlah 20 unit. Dan penerima manfaat baru di wilayah Desa Tubuhue saja.

Ia menambahkan bahwa bantuan tahap berikutnya akan bertambah menjadi 100 unit rumah yang rencananya akan dibagikan ke seluruh wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan.
“Untuk saat ini hanya 20 unit saja dan sudah kita rencanakan untuk menambah 100 unit lagi di Tahun 2026,” tuturnyaKepala Desa Tubuhue menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut, pasalnya Dana Desa tidak mampu menjangkau jenis bantuan tersebut dalam jumlah yang banyak.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang selama ini hidup di rumah tidak layak huni. Ini wujud nyata kepedulian beliau terhadap masyarakat akar rumput,” ujarnya.

Sebanyak 20 kepala keluarga yang tersebar di beberapa dusun di desa tersebut telah ditetapkan sebagai penerima manfaat setelah melalui proses verifikasi TFL (Tenaga Fasilitator Lapangan). Mereka dipilih berdasarkan kondisi rumah yang sangat membutuhkan perbaikan, tingkat ekonomi keluarga, serta kesiapan untuk melaksanakan swadaya. Proses verifikasi dilakukan secara terbuka agar bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

Salah satu penerima manfaat, Maria Benu, mengungkapkan rasa bahagianya ketika mendengar dirinya terdaftar sebagai penerima BSPS. Selama bertahun-tahun, ia bersama keluarganya tinggal di rumah berdinding anyaman bambu yang sudah lapuk. Saat musim hujan, air kerap merembes dari atap dan membuat kondisi rumah tidak nyaman. “Kami seperti bermimpi. Dengan bantuan ini, kami bisa tinggal di rumah yang lebih layak. Terima kasih kepada pemerintah dan terutama Pak Viktor yang sudah membantu,” tutur Maria dengan mata berkaca-kaca.

Pelaksanaan program ini juga melibatkan masyarakat lokal, terutama dalam kegiatan gotong-royong. Semangat kebersamaan terlihat jelas ketika para warga saling membantu mengangkut material, membangun pondasi, hingga memasang atap. Situasi ini sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial masyarakat Tubuhue yang selama ini dikenal masih menjunjung tinggi solidaritas antartetangga.Representasi dari Fraksi NasDem Kabupaten TTS yang hadir saat sosialisasi menyampaikan bahwa program BSPS melalui jalur Pokir merupakan bukti dari komitmen Viktor Bungtilu Laiskodat dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat NTT di tingkat nasional. Selain sektor perumahan, Viktor juga dikenal aktif mendorong pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di daerah-daerah terpencil. “Beliau ingin masyarakat desa merasakan dampak langsung dari program pemerintah, dan perumahan adalah kebutuhan utama,” jelasnya.

Meski demikian, beberapa warga berharap agar ke depan jumlah alokasi BSPS dapat diperluas mengingat masih banyak keluarga di Desa Tubuhue yang tinggal dalam rumah tidak layak huni. Mereka berharap pemerintah pusat maupun wakil rakyat terus memperjuangkan penambahan kuota untuk desa-desa di TTS yang masih membutuhkan perhatian.

Di sisi lain, TFL dan tim pelaksana program mengingatkan para penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan tersebut sesuai petunjuk teknis yang berlaku. Mereka menekankan pentingnya penggunaan material yang tepat, transparansi pembelian, dan pengawasan bersama agar seluruh unit rumah dapat selesai dengan hasil yang berkualitas. Hal ini penting karena keberhasilan BSPS bukan hanya dari jumlah rumah yang dibangun, tetapi dari kualitas bangunan yang benar-benar layak dan bertahan lama.

Program BSPS Pokir Viktor Bungtilu Laiskodat di Desa Tubuhue menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, legislatif, dan masyarakat desa. Dengan hadirnya 20 unit rumah BSPS ini, wajah Desa Tubuhue perlahan mulai berubah, membawa harapan baru bagi keluarga-keluarga yang selama ini hidup dengan berbagai keterbatasan. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup penerima, tetapi juga menjadi stimulus bagi pembangunan desa secara keseluruhan.Seiring pekerjaan pembangunan yang terus berjalan, masyarakat Tubuhue kini menanti dengan penuh harap selesainya seluruh unit rumah agar dapat segera ditempati. Program ini menjadi bukti bahwa kerja nyata dan perhatian dari wakil rakyat mampu memberikan perubahan signifikan bagi kehidupan masyarakat di tingkat paling bawah.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.