FHN, SoE – Anggota DPR RI Fraksi PKB, Usman Husin, melaksanakan kegiatan reses masa sidang ke-II tahun 2025 di Desa Noinbila, Kecamatan Mollo Selatan. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan launching Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan pengukuhan 5 Kelompok Tani Milenial yakni Kelompok Tani Sniper, Kelompok Tani Gejala, Kelompok Tani Adikara, Kelompok Tani Hidup Baru, Kelompok Tani Nekmese berlokasi di Desa Noinbila, serta dihadiri langsung oleh Wakil Bupati TTS, Army Konay, Plt. Kepala Dinas TPHP Jacob Benu, Camat Mollo Selatan Merry Makandolu, Kepala Desa Noinbila Charles Lakapu, S.Fil, Pj. Kepala Desa Persiapan Sais Ana Fince M. Ndolu, S.Sos
Dalam sambutannya, Usman Husin Anggota DPR RI Fraksi PKB menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, tetapi merupakan momentum untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. “Saya hadir untuk mendengar langsung suara rakyat. Apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan masyarakat, terutama di sektor pertanian dan pengembangan ekonomi desa, akan saya bawa dan perjuangkan di lembaga DPR,” tegasnya.
Launching Bumdes “Kayu Do’i” yang dilakukan hari itu menjadi langkah strategis pemerintah desa untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi desa, seperti pertanian hortikultura, perikanan, serta pengelolaan hasil bumi lainnya yaitu benang alam. Sementara itu, pengukuhan Kelompok Tani Milenial diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan pola bertani yang lebih inovatif dan modern di tengah tantangan zaman.
Wakil Bupati TTS, Army Konay, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas inisiatif masyarakat dan pemerintah Desa Noinbila. Ia menilai hadirnya Bumdes dan Kelompok Tani Milenial sebagai bentuk kemajuan pola pikir masyarakat desa yang semakin mandiri dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. “Desa tidak lagi hanya menunggu bantuan, tetapi kini hadir sebagai pelaku pembangunan. Ini bukti bahwa masyarakat Noinbila siap bergerak maju,” ujar Konay.
Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten TTS siap memberikan dukungan, baik dari sisi pendampingan teknis maupun fasilitasi akses pasar dan permodalan bagi kelompok tani yang dikukuhkan.
Kegiatan reses dan launching tersebut ditutup dengan dialog interaktif bersama masyarakat, di mana berbagai aspirasi disampaikan, mulai dari kebutuhan jalan tani, alat pertanian, irigasi, hingga pelatihan wirausaha untuk generasi muda.
Antusiasme warga tampak tinggi, menunjukkan semangat kolaborasi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat dalam membangun desa yang mandiri dan produktif. Kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa perubahan dan kemajuan dimulai dari desa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
